Jumat 20 Maret 2009, seluruh perhatian pengamat sepakbola tertuju ke Nyon, Swiss. Hari itu, tidak hanya dilakukan pertemuan tahunan UEFA, tapi juga pengundian 8 besar Liga Champions sekaligus 8 besar Piala UEFA. Kali ini, mungkin lebih menarik membahas Liga Champions karena akan ada 3 partai deja vu yang terjadi. Mari kita bahas satu persatu.
1. Villarreal vs Arsenal
The Yellow Submarines sampai saat ini belum berhenti mengejutkan Eropa. Tercatat saat ini mereka juga masih stabil wara-wiri di La Liga. Sang calon lawan Arsenal baru saja kembali ke posisi big four di Premier League. Pertemuan kedua tim ini akan mengingatkan kita pada semifinal tahun 2005/2006. Saat itu Arsenal unggul aggregat 1-0. Dan lebih menarik lagi, bahwa setelah final di tahun tersebut dimana Arsenal keok, sang bintang mereka Robert Pires langsung menyeberang ke Villarreal. So, partai ini bakal menguak memori bagi Pires. Sakit hati karena tidak tampil penuh di partai final membuat Pires hengkang. Saat ini memang sudah terlalu tua untuk Pires, tapi paling tidak ia tahu dapur Arsenal. Kesimpulannya, dengan kondisi yang masih kurang stabil di Liga, amat sangat mungkin Arsenal bakal tersingkir kali ini.
2. Manchester United vs FC Porto
Masih ingat ketika tahun2004 lalu Jose Mourinho melompat sambil mengacungkan tangannya ke arah Sir Alex Ferguson??Peristiwa di 16 besar tahun 2003/2004 saat MU disingkirkan Porto (yang kemudian jadi juara di tahun tersebut) ini sekaligus jadi awal perseteruan The Special One dengan Fergie.Setelah 3 tahun kemudian berseteru di Liga yang sama, tahun ini Fergie kembali bertemu Mou di 16 besar, kali ini Sir Alex menghancurkan tim Lo Speciale, Inter. Lupakan Mourinho, saat ini tak ada lagi nama ini di Porto. MU pun jauh lebih kuat dari 5 tahun lalu. Bahkan sang juara bertahan sedang mengincar sesuatu yang lebih dari pencapaian 1999, quintuple. 2 sudah diraih, tinggal tiga lagi. Mampukah? MU saat ini kental dengan aroma Portugal, selain CR7 dan Luis Nani, MU juga punya mantan pemain Porto, Anderson Luis Oliviera yang bergabung 2007. So, angin kali ini lebih kuat buat sang juara bertahan.
3. Liverpool vs Chelsea
Bosan, mungkin itu yang terlintas di benak Rafael Benitez ketika tahu The Reds akan kembali bertemu bebuyutannya di Premier League pada tingkat Eropa untuk kelima kalinya dalam 5 tahun terakhir. Sejarah pertemuan di Liga Champions lebih memihak Rafa, tiga pertemuan pertama (2 di semifinal, 1 di penyisihan grup) Liverpool bersama Rafa menyingkirkan Chelsea yang saat itu ditukangi Jose Mourinho. Tahun lalu, di semifinal giliran Chelsea yang kala itu diasuh Avram Grant menyingkirkan Rafa, namun mereka gagal di final. Kali ini, Rafa bakal berhadapan dengan nakhoda yang baru lagi. Guus Hiddink. Dilihat dari sisi manapun, Rafa jelas unggul. Baik pertemuan dengan Chelsea, maupun dengan Hiddink. Tapi, kegagalan dramatis final tahun lalu menjadi pelecut semangat bagi The Blues. So, siapa yang bakal unggul tahun ini?Normalnya kedua tim seimbang. Tapi pribadi, saya memilih Liverpool yang lebih punya akar di Eropa untuk melaju walau mungkin bukan dalam waktu normal.
4. FC Barcelona vs Bayern Muenchen
Ini satu-satunya partai yang tidak melibatkan klub Inggris dan bukan merupakan deja vu. Tapi, masyarakat Eropa memilih partai ini sebagai partai paling glamour. Mengapa?Lihat skuad Barca saat ini, ada berapa pemain asli Spanyol di sana?Begitu juga skuad Bayern, berapa orang muka Jerman di sana?Berbeda dengan partai lain yang sedikit melibatkan pemain asli dari negeri asal klub, partai ini lebih seru. Apalagi mengingat kepedihan bangsa Jerman saat dikalahkan Spanyol 1-0 di final Euro 2008. Punggawa Matador saat itu (termasuk pemain terbaik turnamen, Xavi Hernandes) ada di Barca. Punggawa Jerman saat itu, terutama Miroslav Klose yang mati kutu oleh Carles Puyol makin membuat emosi partai ini lebih keras. Siapa yang lebih unggul??Dilihat dari galaksi bintang yang dimiliki, jelas Barca ada di depan. Namun ingat, Bayern adalah tipe klub Jerman sejati, lambat panas. Ingat bagaimana mereka menghancurkan Sporting Lisbon dengan aggregat 12-2?Jadi Pep guardiola mesti lebih keras berpikir cara mengatasi anak-anak Juergen Klinsmann. Siapa yang melaju??Mungkin angin sedikit lebih ke Barca.
Dari hasil analisis diatas, terlihat bahwa partai semifinal akan mempertemukan Villarreal vs MU dan Liverpool vs Barca.
Jika ini terjadi, partai yang disebut pertama akan sangat menarik. Kedua tim musim ini telah bertemu di penyisihan grup, dan hasilnya adalah dua kali skor kacamata, alias tak ada yang lebih unggul. Dalam kondisi ini, berat bagi MU. Tapi pengalaman dan mental juara mungkin akan membawa MU bisa mengatasi Villarreal.
The Reds vs Barca akan jadi perang Spaniard. Banyak punggawa Sapnyol di The Pool, begitu juga di Barca. Ini juga akan jadi adu gengsi antara Leonel Messi vs Steven Gerrard. Adu licik Thierry Henry dengan Fernando Torres yang pernah bermain di Spanyol dan Inggris. Siapa unggul?Dengan fokus ke Premier League yang sudah lama tidak mereka raih dan saat ini merupakan momen terbesar untuk itu, ada kemungkinan Liverpool sedikit lebih memprioritaskan gelar domestik. So, ini bisa dimanfaatkan Barca. Jadi, kemungkinannya Barca akan lolos walau dengan melalui babak tambahan.
Akhirnya sampailah kita ke Olimpico Roma, dari ulasan di atas Stadion ini akan mementaskan MU vs Barca. Duel ini adalah yang sangat ditunggu penikmat bola sedunia. Pembuktian siapa yang terbaik antara Leo Messi dengan Cristiano Ronaldo. Masyarakat lokal mungkin lebih mendukung Barca dengan alasan nasionalis (MU dalam perjalanannya menyingkirkan kandidat raja Italia, Inter, serta fakta bahwa Pep Guardiola pernah main di Brescia). Tapi, status juara bertahan akan membuat MU bakal lebih semangat. Bahkan, bagi Gerard Pique, ini adalah kesempatan untuk unjuk gigi dihadapan Ferguson yang membuangnya ke Barca musim panas lalu. Lebih menarik lagi, kompetisi domestik mungkin akan ikut mempengaruhi hasil. Saat ini kedua tim belum nyaman di puncak Liga domestik. MU masih rapat dengan Liverpool, dan Barca juga tengah digoyang Madrid. Tapi fakta bahwa sejak Milan melakukan back to back champions pada awal 90-an, tidak ada lagi tim yang bisa melakukannya, akan membuat Barca sedikit di atas angin. Secara objektif, saya memilih Barca untuk menang disini.
Well, itu semua hanyalah hasil analisis saya, saya bukan peramal, bukan juga ahli nujum. Kalau ada yang setuju, bagus. Tidak setuju dan punya pendapat lain juga tidak masalah.
Yang jelas, bursa taruhan Eropa dan dunia memang memasang Barca dan MU sebagai favorit juara dengan rasio yang sama. Penasaran??Kita tunggu saja 27 Mei nanti di Olimpico Roma.


1 komentar:
Karena tidak adanya tim Itali yang lolos maka babak 8 besar ini terasa hambar, seperti sayur tanpa garam.
Post a Comment