Masyarakat Italia secara umum menyebutnya sebagai “The Next Paolo Maldini”, sementara itu, supporter Inter Milan menjulukinya sebagai reinkarnasi sang mantan bek kiri sekaligus Presiden mereka Giacinto Facchetti. Sebenarnya siapa dia? “Saya hanyalah satu dari puluhan pemain Inter”, sebutnya dalam suatu kesempatan.
Muda, berbakat, hebat, bersikap dewasa, mau belajar, rendah hati. Itulah sifat yang dimiliki Santon yang membuatnya amat sangat mirip dengan Paolo Maldini. Satu tambahan, bisa ditempatkan ditengah hingga belakang dengan catatan di sisi lapangan membuatnya lebih mirip Giacinto Facchetti. Jika kita lihat ke belakang, Santon memulai debutnya di Coppa Italia saat Inter menghancurkan Roma 21 Januari 2009, saat itu usianya baru menginjak 18 tahun 0 bulan 19 hari. Usia yang mirip dengan dengan ketika La Bandiera memulai debutnya bersama rival abadi Inter, Milan.
Davide sendiri berasal dari keluarga biasa, ayahnya Mirco Santon merupakan seorang pemain amatir. Ia disekolahkan sang ayah ke akademi sepakbola Ravenna. Kemudian ditemukan scout Inter saat berusia 14 tahun, kemudian direkrut oleh Roberto Mancini, pelatih Inter saat itu ke tim junior Inter. Beragam prestasi dari kancah U-15 hingga Primavera telah ditorehkannya bersama Inter. Ketikan Jose Mourinho datang ke Inter awal musim ini, Santon menjadi pemain yang sangat diamatinya. “Saya bertanya pada (Massimo) Moratti dan (Giuseppe) Baresi tentang anak muda potensial yang dipunyai tim ini. Dan ada nama lokal yang menarik perhatian saya yaitu Santon”, ucap Lo Speciale.
Santon memberi harapan baru bagi Italia yang sudah pasti kehilangan Paolo Maldini akhir musim ini. Bahkan pelatih La Nazionale, Marcello Lippi sempat berucap Santon adalah orang yang pantas menempati posisi kiri di timnas. “Setelah Maldini, saya melihat Santon adalah orang yang pantas di kiri pertahanan kami”, ucap Don Marcello.
Mou sendiri awalnya sempat bingung harus bersikap apa terhadap Santon. Ia biasanya bermain sebagai bek kanan, sementara posisi tersebut dihuni salah satu bek kanan terbaik dunia saat ini, Dougla Maicon. “Satu-satunya masalah Santon adalah Maicon”, sebut Mou saat konferensi pers sebelum leg pertama melawan MU di Liga Champions.
Santon sendiri awalnya, diproyeksikan muncul di skuad utaa musim depan. Namun penampilan buruk Maxwell saat Inter takluk dari Atalanta, membuat Mou berinisiatif memainkan Santon sebagai bek kiri. Hasilnya??Hingga saat ini Santon sulit keluar dari starting eleven Inter. Bahkan winger sekelas Cristiano Ronaldo yang notabene pemain terbaik dunia pun sempat dibuat mati kutu olehnya.
Publik Italia sendiri menganggap bahwa Santon adalah remaja Italia terbaik yang dimilik Inter saat ini, ia jauh lebih baik daripada rekan senagkatannya Mario Balotelli (18). Sikapnya jauh lebih rendah hati. Balotelli sendiri adalah sahabat karib Santon dan rekan sekamarnya dalam mess Inter. Buktinya, mereka berdua punya gaya merayakan gol yang unik.
Kedepannya, masyarakat Italia berharap anak muda ini memiliki masa depan Internasional yang cerah. Jangan sampai ia layu sebelum saatnya. Ingat kisah Alberto Paloschi yang tenggelam setelah jadi harapan di Milan, atau Antonio Cassano yang sempat down (walau sekarang sudah bersinar lagi).
Semua hanya terfokus pada satu hal, Santon tidak sombong sehingga Jose Mourinho tak segan untuk terus memasangnya di starting eleven Inter.
Forza Davide!!!


2 komentar:
good
he is fantastic,,,,,,,,,
Post a Comment