Saturday, March 14, 2009

Pengolahan Tepung Tapioka Ombilin(SUMBAR), Industri Bersama Komunitas Pertanian Padang Datar

Tau tempat di atas???

Benar, itulah danau Singkarak (siapa yang jawab coba??). Perhatikan keindahannya..Kurang jelas??

Masih belum jelas??

Ga masalah dech, toh inti cerita kita buka disitu.

Bagi yang belum tau, ada sebuah daerah penghasil ikan "bilih" (gw ga tau bahasa indonesianya apa), yang berada dekat dengan Danau Singkarak. Ombilin, daerah ini ternyata tidak hanya mempunyai ikan "bilih" dengan "pangek sasau"nya (sejenis makanan yang wuihhh...enak). Belakangan, ternyata disini juga terdapat industri bersama kelompok kerja tani. Yaitu pengolahan tepung tapioka. Tepung dari ubi kayu. Mungkin tidak banyak (atau bisa dibilang belum..) yang tahu keberadaan pengolahan ini. Toh, pada dasarnya kebanyakan yang mengetahui tempat ini adalah dealer-dealer tepung.

Gw sendiri baru tahu tempat ini sekitar 3 minggu yang lalu, dari langganan nyokap beli kebutuhan dapur. Awalnya, semua orang (termasuk kita mungkin), lebih tahu tempat pengolahan tepung Incasi Raya yang terletak di Kab. Dharmasraya. Nah, berhubung kebetulan gw butuh sampel limbah tapioka, maka mulai lah mencari letak persisnya pabrik tersebut. Namun alangkah kagetnya ketika ternyata tempatnya (dharmasraya) sangat jauh. Sekitar 6 jam perjalanan dari Padang.

Akhirnya coba browsing, tapi ternyata pabriknya udah tutup dan fokus buat minyak sawit.

Setelah dibilangin nyokap, mulailah mencari tahu keberadaan yang di Ombilin ini. Ternyata tempatnya nggak terlalu jauh. Bisa ditempuh dalam 1,5 jam perjalanan.

Industri ini merupakan industri penduduk yang tergabung dalam kelompok petani kanagarian Padang Datar. ketua kelompok tani ini menjelaskan bahwa sebenarnya industri ini telah berjalan puluhan tahun, tepatnya sejak tahun 1995. namun baru berkembang dengan pesat awal tahun 2000-an. kemudian menjadi semakin maju sejak ditutupnya Incasi Raya bagian tepung tapioka.



Penjemuran ubi dan pengolahannya dilakukan secara tradisional. Walaupun begitu, hasilnya tidak kalah bagus dengan kerjaan mesin pabrik.







Si Bapak kepala kelompok tani juga menjelaskan bahwa sebelumnya, banyak orang-orang dari dinas pertanian yang berkunjung untuk sekedar melihat-lihat atau bahkan terkadang memesan dan menyumbang dana.

Harapan masyarakat di sini jelas, mereka ingin industri ini lebih dikenal masyarakat, secara luas dan tidak hanya mulut ke mulut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1 komentar:

SATRI YANTO said...

ma'f, kl boleh tahu alamat tepatnya di mana ya? atau gambaran posisi lokasinya...
saya tahu daerah ombilin tapi tidak tahu di mana posisi industri tapiokanya...
mohon bantuannya...

Post a Comment