Hai. Namaku Budi dan aku anak pejabat DPR. Bapakku udah habis ratusan juta loh buat dapetin kursi DPR. Aku juga ngga tau kenapa, padahal kursi DPR kan banyak di toko furniture. Tinggal nyari yang mirip - mirip dikit, dapet kursi DPR. Tapi yang mahal kekuasaannya. Bisa ngintip - ngintip uang hilir - mudik, terus colek - colek dikit uangnya, masukin rekening. Makan deh uang haram sambil senyam - senyum di depan kamera pers. Ah! Kenapa aku malah jelekin bapak sendiri? Yang penting aku kecipratan juga.
Sekarang aku lulus SMP. Jujur, bapak bantu dikit sih. Dia kipas - kipasin duit lima ratus ribu ke idung guru matematika aku. Gurunya sempat megap - megap. Tapi itu demi nilai matematikaku naik tiga angka laah. Ujung - ujungnya, si guru nerima itu duit. Katanya dia lagi butuh uang. Maka jadilah, seminggu kemudian nilai matematikaku tertulis delapan di rapot. Aku bangga.
Sekarang waktunya nyari SMA. Enaknya masuk SMA mana, yah? Ah coba SMA 1 XXX aja. Tripel ex gitu maksudnya bukan bokep lho..nama sekolahnya aku samarin. Biar kelak ga kalian bakar rame - rame. Kalo kalian bakar, aku sekolah di mana dong? Tapi SMA 1 XXX itu bagus. Fasilitasnya banyak. Letaknya strategis juga. Elit deh pokoknya.
Kembali ke XXX..
Aku langsung daftar ke sana. Tes pertama lewat jalur TPA. Malemnya gilaaaaaa! Aku belajar melulu! Ngga boleh keluar kamar sama bapak. Sampe - sampe aku ngga tau lagi kemajuan peserta idola cilik di RCTI. Apakah mereka jatuh dari panggungnya atau keracunan gel rambut mereka sendiri. Eniwei, aku pokoknya puyeng malam itu. Matematika, IPA, B.Indo, B.Inggris, semua dipelajari secara kilat.
Hari TPA tibaaa..tibaaaa..badan rapi dan saku sudah mengantongi duit dua puluh ribu. Anak pejabat DPR gitu loh. Minimal uang harus cukup buat makan di McD. Sebelum memulai TPA, aku berdoa khusyuk.
(satu minggu kemudian..)
Aku bilang ke bapak, kalo TPA kemarin ngga seberapa sukses. Pertama bapak emang marah - marah. Tapi besoknya, bapak bertindak sigap. Bapak akan memasukkan aku ke SMA ini lewat jalur belakang. Pake amplop tebel. Bahasa anak mudanya: nombok. Nyogok/Nyuap/Nombok/Suap di SMA ini lumayan tinggi. Bapak keluar lima belas juta rupiah. Itu masih ditambah surat kuasa DPR. Tapi apapun akan bapak lakukan supaya aku bisa nerusin sekolah. (Padahal tiap malem aku main Point Blank di warnet. Headshotku tinggi loh!)
Setelah sogok -sogok duit, aku tenang. Pasti keterima..
Dan benar saja, pada hari pengumuman kelulusan masuk SMA 1 XXX, aku masuk! Aku memang tidak lulus di lembaran kelulusan TPA. Tapi di lembaran kelulusan non - akademis, aku lulus. Padahal aku ga olahraga apa - apa. Ini pasti karena kertas pelicin bergambar gusti ngurah rai ama soekarno - hatta yg bapak kasi kemarin. Bapakku emang TOP!
Btw..
Dari info yang aku dengar, banyak anak bernilai bagus yang tidak lulus karena jatahnya diambil sama para anak pejabat atau anak kaya. Termasuk aku sih. Tapi aku ga peduli! Weeek..yang penting aku sekolah. Aku kan anak pejabat. Mumpung bapak masih ada 3 tahun jadi anggota DPR, gunakan kuasanya sebaik mungkin. Inilah prinsip kelicikan masa kini.
Siap - siap MOS ahhh..!
---
Hehehe..Gini temen - temen, itu di atas cuma karangan. Cuma wujud kekesalan karena dua temenku ada yang jatahnya diambil ama anak macam di atas. Anak DPR lah, polisi, anaknya temen kepsek, anaknya ketua partai, dan anak lain - lain yang bapaknya ngetop dan dompet tebel. Kasian lho. Jatah mereka diambil, padahal total nilai akademis mereka jauh lebih tinggi dari yang masuk.
Segitu aja untuk dua temen malangku. Semoga kalian diterima disisinya. Di sisi guru SMA masing - masing maksudku. Hehe.
Dan sedikit kabar untuk MOS ku hari ini: seru!
Gurunya gokil - gokil ternyata. Bahkan kepseknya jago ngelawak. Yess!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sebelumnya jangan marah dulu, ini adalah sebuah trit bertujuan menyidir yang saya temukan di kaskus..:D
TS nya emang berani, bahkan mungkin karena kesal dengan kelakuan anggota DPR. TS udah banyak dibata, bahkan dicendolin sama kaskuser, tapi itulah, dia berani mengungkapkan unek2 nya lewat sebuah forum terbesar di Indonesia..
Semoga mereka yang duduk disana bisa membaca.
Original Post..by tatarasa


0 komentar:
Post a Comment