Saturday, October 2, 2010

Renungan Oktober..

Oktober..1 1966..

ini sering disebut sebagai tonggak hari Kesaktian Pancasila..tapi ingat, sejak runtuhnya Orde Baru, tidak ada lagi peringatan G30S PKI dan Kesaktian Pancasila sehari sesudahnya. Ini dihapuskan dari sejarah Indonesia, anak cucu kita tak akan lagi mengingatnya suatu saat nanti.

Tapi renungkan lah..dari sekian banyak Presiden yang pernah memimpin negara ini, kapan Indonesia pernah berjaya??

Ok, kita bahas satu-persatu :

1. Ir. Soekarno

Presiden pertama Indonesia, tokoh yang disebut sebagai macan podium. Pada masa pemerintahannya Indonesia dapat dibilang sebagai Macan Asia. Bukan hanya di bidang politik dan Hubungan Internasional, tapi juga bidang budaya, olahraga dan bidang lainnya. Coba tanyakan pada manusia yang hidup di masa itu, pernahkah budaya kita dicuri bangsa lain saat itu??Pernahkan kedaulatan bangsa kita jatuh saat itu??Satu-satunya odsa yang (mungkin) pernah dibuat Soekarno hanyalah dia memproklamirkan diri sebagai Presiden seumur hidup. Dalam sejarahnya, Soekarno memang orang yang sangat disegani dunia. Beliau bahkan masuk dalam 100 tokoh paling berpengaruh di dunia. Hubungan erat dengan beberapa kerajaan zaman penjajahan Hindia-Belanda membuat dirinya pintar dalam hal diplomasi. Bahkan konon kabarnya Soekarno memiliki pusaka pemberian Raja Majapahit dan Sunan Kalijaga. namun sayang, pemberontakan PKI meruntuhkan kepemimpinannya hingga muncul anak muda yang kemudian berkuasa cukup lama.

2. Soeharto

Anak petani miskin yang cinta terhadap bangsanya, ikut angkatan bersenjata untuk melindungi bangsa dan negara nya dari kecaman pihak luar. Berkat Supersemar, dia maju ke kursi RI-1 dan memimpin lebih dari 32 tahun. Namun tidak dapat kita bantah, justru pada zaman kepemimpinannya Indonesia mengalami kemajuan pesat. Indonesia berhasil 2 kali mencapai swasembada pangan (hal yang terasa mustahil saat ini). Indonesia berhasil menggelar Asian Games di Jakarta, berprestasi di dunia Sepakbola, Bulutangkis dan olahraga lainnya. Indonesia dikenal luas hingga seluruh pelosok dunia, sehingga semua orang bilang, Indonesia merupakan mutiara besar di khatulistiwa. Tapi lagi-lagi sedikit kesalahan personal membuat dia jatuh. 32 tahun terasa sangat lama, apalagi anak cucunya banyak yang menyalahgunakan kekuasaan sang ayah. TuntuhlahSoeharto beserta rezim Orde Barunya.

3. Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie

Indonesia number one scientist. Bisa dibilang tidak ada yang bisa menandingi kepintarannya hingga saat ini. Pria yang konon sempat berkali-kali ditawari menjadi warga negara Jerman ini ditarik pulang ke Indonesia oleh Soeharto. Intuisi Soeharto benar, Habibie menjadi orang penting dibalik sejarah Indonesia. Periode kepemimpinannya singkat, naik sebagai Presiden setelah Soeharto diturunkan paksa, ia memerintah seorang diri, tanpa Wapres. Namun dibantu oleh 3 orang Sesneg. Memang Timor Timur lepas pada masanya, tapi itu tidak dianggap dosa besar, karena pada dasarnya Timor Timur memang tidak Indonesia, mereka hanya anak bawang. Namun sayang, pada Pemilu 1999 Habibie menolak untuk dicalonkan sebagai Presiden, beliau lebih memilih kembali ke Jerman dan menetap disana.

4. KH Abdurrahman Wahid

Putra dari sejarahwan Wahid Hasyim. Namun sayang, cacat fisik menjadi sebuah kesalahan dirinya sebagai pemimpin. Salah satu periode terkacau di Indonesia terjadi pada masanya. Untuk pertama kali, sebuah negara dipimpin oleh seorang yang bahkan tidak bisa melihat wajahnya dicermin dengan jelas. Dosa politiknya cukup besar. Diplomasi dirinya selalu gagal. Kasus kecurian pulau-pulau Indonesiaoleh Malaysia memuncak pada masanya. Hingga akhirnya kejadian memalukan dengan hanya menggunakan kancut, dia mengundurkan diri sebagai Presiden. Memang, dia bukan orang yang pantas. Saat tersisa 3 calon pada 1999, orang lebih berharap Prof Dr Yusril Ihza Mahendra yang maju sebagai Presiden, karena Yusril memiliki karakter anak muda dan darah politik yang kuat, tapi entah mengapa dia mundur hanya 5 detik sebelum pemilihan.

5. Megawati Soekarno Putri

Salah satu FAIL terbesar yang dilakukan Indonesia. Maju sebagai Presiden karena dia adalah wakil Gus Dur, ia melanjutkan pemerintahan hingga 2004. Bukan Hanya itu, ia juga melanjutkan kegagalan-kegagalan Gus Dur. Mental Indonesia makin bobrok dimata dunia. Dia menyingkirkan saingan politiknya dengan pemecatan. Salah satunya, Susilo Bambang Yudhoyono yang kemudian hari terpilih sebagai Presiden. Banyak orang beranggapan, dia jauh berbeda dengan sang ayah Soekarno. Bayang-bayang nama besar sang ayah justru terlalu berat untuk disandangnya. Malah, orang berpikir, saat Gus Dur mundur, harusnya pemilihan ulang, dan Amien Rais sang tokoh Reformasi lah yang maju.

6. Dr Susilo Bambang Yudhoyono

Tokoh yang disebut sempat mebuat Indonesia maju 5 langkah kedepan dalam pemerintahannya. Mendapat simpati publik saat dipecat sebagai Menteri pada zaman Megawati, ia menggandeng tokoh yang tepat untuk maju sebagai Presiden. Muhammad Jussuf  Kalla, merupakan sosok sesungguhnya dibalik kesuksesan pemerintahan SBY. Ketegasan seorang Kalla lah yang justru disegani dunia luar. Istilah kasarnya, SBY hanya mendompleng kesuksesan. Ini terbukti ketika periode kedua, berpasangan dengan Prof. Dr Boediono,sebuah BIG FAIL kembali terjadi. Indonesia carut marut. Bahkan sempat seorang bule lebih tahu tentang Bali, di bandingkan Indonesia. What??Indonesia??Is that capital city of Bali??WTF..ya, Mr.Presiden WTFYD (What The Fuck You Doin??). Saat ini baru semua orang sadar, ketika SBY berpasangan dengan Boediono yang notabene kalem dan lembek, Indonesia yang sempat maju 5 langkah,sekarang mundur lagi 10 langkah. Ah, sungguh bangsa ini telah salah pilih.

Saudaraku, 2014 nanti kembali kita mengadakan pemilu,jangan salah pilih lagi.

Berikut nama-nama yang dianggap pantas menjadi pemimpin Indonesia di masa depan, entah berpasangan dengan siapa, atau malah kombinasi antara mereka.

1. Irman Gusman

2. Patrialis Akbar

3. Fadel Muhammad

4. Sutrisno Bachir

5. Hidayat Nur Wahid

6. Gamawan Fauzi

7. Tifatul Sembiring

8. Hutomo Mandala Putra
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar:

Post a Comment