Ketua MPR Taufiq Kiemas kembali salah ucap saat pidato di depan publik. Saat menyampaikan kata sambutan usai menerima penghargaan Seputar Indonesia Award 2011, Taufiq salah mengucapkan stasiun televisi pemberi penghargaan itu.
"Terima kasih kepada Pak Hari Tanoesoedibjo dan istri, dari RSCTV, maksud saya RCTI dan jajarannya," kata Taufiq cepat mengoreksi ucapannya setelah hadirin begermuruh.
Hal tersebut terjadi saat acara penyerahterimaan penghargaan di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (17/5/2011) siang.
Namun demikian, saat sambutan Taufiq itu ditayangkan di RCTI sore harinya, salah ucap itu tidak tampak. Kemungkinan besar, bagian itu telah diedit.
Taufiq, yang mengenakan stelan jas, itu meraih penghargaan Seputar Indonesia Award 2011 untuk kategori 'The True Wakil Rakyat'. Taufiq atau biasa dikenal TK, dinilai sebagai orang yang berjuang untuk rakyat dan memberikan tauladan bagi koleganya atau publik secara luas.
Untuk kategori The True Wakil Rakyat ini, Taufiq mengalahkan Tri Riesnaharinni (walikota Surabaya), Herry Zudianto (walikota Yogyakarta), Joko Widodo (walikota Solo) dan Jusuf Kalla (mantan Wapres).
Tak hanya pada kesempatan itu, Taufik juga sangat sering salah sebut dalam hal gelar bahkan nama seseorang. Yang paling diingat tentu kesalahannya dalam mengucapkan sila kelima Pancasila pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2010 kemaren.
Seorang Ketua Umum MPR, tidak
Kesalahan lainnya adalah ketika pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 lalu. Dia salah menyebutkan gelar Doktor menjadi Dokter bahkan salah juga dalam penyebutan nama SBY, Jusuf Kalla dan BJ Habibie.
Satu pertanyaan timbul, ini orang sebenarnya gugup, atau bloon??Kalo gugup, kenapa bisa dia pidato berkoar-koar dalam masa kampanye yah??
Yah, wajar kalau kemudian Ketua Umum DPR juga tidak becus, lah wong Ketua MPR nya saja parah gini.
NB: Penulis bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang bisa mengkritik untuk kemajuan bangsa ini, penulis sendiri bukan politikus yang rakus akan harta rakyatnya dan penulis juga tidak bisa jika disuruh jadi Ketua MPR, karena penulis sadar kapasitas penulis bukan disana, tidak seperti orang-orang yang hanya mementingkan sakunya saja.
Wassalam


1 komentar:
Parahhh..
hahahahaha
Post a Comment