Well, sadisms?Sarcasm??Terserah mau nilai gimana. Ini cuma tl;dr doang kok. Menyampaikan unek-unek yang bersarang di kepala.
Sejak 11 november 2011 kemaren, SEA Games alias pesta olahraga se Asia Tenggara di helat di Palembang dan Jakarta. Namun ada beberapa facepalm yang saya jumpai.
1. Slogan Indonesia Bisa.
Kenapa? Yah, ingat my bro, ini rumah kita, kalau ga bisa, keterlaluan namanya. Harusnya slogan yang dipajang adalah “KALO GA BISA, KE LAUT AJA LO”. Ini SEA Games my man, cakupan baru Asia Tenggara, siapa yang pantas jadi saingan??Kita tuan rumah pula. Jadi hilangkan di pikiranmu
2. Penyelenggaraan di dua kota.
Problem??Yups, Indonesia negara kepulauan, jarak antar pulaunya jauh. Di satu sisi, bagus untuk saran promosi budaya. Tapi ingat, ini justru membuat cost penyelenggaraan membengkak, transport atlet, dan tamu-tamu lain siapa coba yang mengakomodasi??Belum lagi penyelenggara (dalam hal ini INASOC) yang susah berkomunikasi karena batas jarak. Loh, kan ada Internet??Ingat my man, komunikasi langsung jauh lebih bagus dalam hal ini. Tapi kan Indonesia (atau tepatnya Palembang) jadi kota ke 4, yang jadi penyelenggara diluar Ibu Kota negara. Peduli amat, kalo mau, tiru Thailand, dua kali menyelenggarakan di luar ibu Kota mereka Bangkok, yaitu tahun 95 di Chiang Mai, dan 2007 di Nakhon Ratchasima (WTF lah tulisannya).
3. Sepak Bola
WTF!! Masuk grup neraka, tapi tetap optimis. Neraka apanya??Singapura, Malaysia dan Kamboja muda bukan siapa2, mereka beda dengan Seniornya. Malaysia bolehlah juara bertahan 2009, tapi mereka sama sekali berbeda tahun ini. Satu-satunya ancaman adalah Thailand, tapi Thailand sendiri juga lagi transisi pemain. Jadi?? Wajar kalau Indonesia sukses di grup. Ingat tahun 1997, SEA Games Jakarta. Indonesia juga di grup (yang katanya) neraka, tapi lolos sempurna. Hasilnya??Semi Final juga sukses, tapi WTF, di Final, kepercayaan diri yang berlebihan karena rekor bagus dan main di GBK, Indonesia dipermalukan Thailand 5-4 lewat adu penalti. Bahkan hasil imbang diperoleh setelah pontang-panting selama 120 menit. Mau hal itu terjadi lagi??
4. Target Juara Umum
WTF!!Memang sih, sejak terakhir juara umum tahun 1997, Indonesia tak pernah lagi mendapat predikat itu. Salah siapa??Salah pemerintahnya!! 1999, SEA Games pertama di bawah rezim reformasi, Indonesia gagal total, karena TIDAK ADA Kemenegpora di pemerintahan. Selanjutnya??Katanya pemerintah mendukung, iya mereka mendukung, tapi lebih banyak dukungan buat kas pribadi daripada buat bangsa. Penjarakan saya jika penyataan ini salah!!. Rezim Orde Baru, biar gimana pun, Indonesia jadi negara terhormat, ga cuma dia kawasan Asia Tenggara, tapi juga Asia, bahkan Dunia. Sekarang??Sama sekali ga dipandang. Jadi target JUARA UMUM seharusnya dirubah menjadi “MERAIH SETENGAH dari SELURUH EMAS” yang disediakan. Ingat, jika Philipina yang kurang dipandang saja bisa jadi Juara Umum di rumah mereka tahun 2005, kenapa negara “sebesar” Indonesia tidak??
5. Saya Ganteng
Wah, itu jelas.
Jadi, pikirkan kembali dengan kata-kata INDONESIA BISA, harusnya kalau ga bisa, ya MATI AJA SANA!!
Bukan saya tak nasionalis, bukan saya ga mendukung Indonesia, tapi kalau Indonesia sukses di NEGERI SENDIRI apa kita bangga??Itu kan sudah sewajarnya, masa mau jadi tamu di rumah sendiri??
Justru kalau Indonesia gagal di negeri sendiri, ITU MEMALUKAN!!!
Buat yang baca, maaf kalau tidak suka dengan tulisan ini, tapi tolong anda renungkan baik-baik, apakah anda bangga kalau Indonesia sukses di negeri sendiri??Sepak Bola contohnya, Garuda Muda sukses, sementara si tua bangka terkapar tak berdaya di kandang lawan.
Sekali lagi, renungkan itu, jangan cuma bilang NASIONALISME, sementara otak anda cuma diisi oleh KESENANGAN SESAAT.
Yang terlanjur baca dan ga suka, anggap aja tulisan ini tak pernah ada.
Regards
Wide024


4 komentar:
Setuju sama semua pointnya, kecuali yg no 5 :ngacir:
problem??
Indon-esia bisa..
bisa eek kemana2, bisa korupsi dimana2
Problem lah, itu kan sama aja menyebarkan fitnah :P
Post a Comment