UEFA Champions League, Bedah 16 Besar
Jumat 16 Desember kemaren, telah diundi laga-laga 16 besar UEFA Champions League. 16 tim itu sendiri di dominasi oleh tim-tim Serie A yang mengirimkan 3 wakilnya, alias dari semua tim Italia yang ikut, lolos 100 % dari putaran grup. Bisa dibilang, tahun ini menjadi kebangkitan Calcio. Karena di Europa League, 3 wakil Calcio juga lolos dari putaran grup, bahkan Lazio yang membutuhkan banyak syarat untuk lolos juga berhasil keluar dari lubang jarum. Bandingkan dengan wakil-wakil EPL dan La Liga yang banyak out dari kompetisi.
Oke, kita ga akan bicara banyak soal itu, apalagi Europa League. Saatnya kita bedah laga-laga 16 besar UCL.
- Lyon vs APOEL
APOEL Nikosia menjadi kejutan luar biasa musim ini. Pertama kali ikut serta di UCL, mereka tak hanya lolos dari putaran grup, tetapi juga menjuarai Grup itu. Bahkan dengan menyisihkan Juara Europa League musim lalu FC Porto kembali ke ajang kelas dua itu. Sementara Lyon lolos dramatis dari penyisihan grup. Saat mereka butuh selisih 8 gol untuk lolos, mereka justru mendapatkan +9. Menang 7-1 atas Dinamo Zagreb disusul dengan kekalahan 3-0 Ajax dari Real Madrid yang membuat Lyon menyamai nilai Ajax dan unggul selisih gol (pertemuan kedua klub berimbang). So, mengingat reputasi Lyon di penyisihan grup, kecil kemungkinan terjadi kejutan lagi dari APOEL. Untuk laga ini, Lyon punya peluang 60-40
- Napoli vs Chelsea
Napoli sedang jadi buah bibir di Eropa, bukan karena prestasi mereka, tetapi karena keberhasilan menyingkirkan tim kaya Manchester City ke Europa League (yang kemudian disebut sebagai Manchester Disaster Day, terkait juga tersingkirnya MU). Sementara di Lega Calcio, Napoli masih angin-anginan. Sementara Chelsea lolos dengan tidak “wah”. Chelsea tahun ini tidak seperti Chelsea jaman Ancelotti apalagi Mourinho. Andre Villas Boas masih berada dalam tekanan menyusul hasil tak stabil si London Biru. Berat untuk memilih partai ini, karena partai ini merupakan satu dari dua big match di 16 besar. Untuk peluang, jika Chelsea masih tidak bisa stabil, maka Napoli sedikit unggul 51-49
- Milan vs Arsenal
Hal menarik dari duel ini adalah pernyataan Wenger sesaat sebelum pengundian. Wenger seolah-olah “meminta” klub nya dihadapkan dengan Milan. Wenger bilang, “Semua klub calon lawan kami sangat kuat, tapi bertemu Milan atau Napoli lebih awal mungkin lebih bagus, karena akan membuat mulus jalan selanjutnya” Dan, puing..Bola undian memilih Milan sebagai lawan Arsenal. Pihak Milan sendiri memang sudah antisipasi dengan hasil undian, status hanya sebagai runner-up grup membuat mereka harus siap mendapat lawan seperti Arsenal, Madrid dan Chelsea. Dan para punggawa Milan bertekat balas dendam atas kekalahan mereka dari Arsenal di fase yang sama pada 2008 lalu. So, untuk partai ini, mengingat Arsenal saat ini sangat ketergantungan pada Robin van Persie, maka Milan diperkirakan unggul 55-45
- FC Basel vs Muenchen
Football pundit Eropa melabeli partai ini dengan “Tim yang menyingkirkan MU v Tim yang selalu memusuhi MU”. Ya, pihak Muenchen adalah sisi yang paling senang saat tahu kepastian Red Devils tersingkir. Dan menarik, ketika di fase ini, mereka bertemu dengan tim yang menyingkirkan MU. Partai ini sekilas tak seimbang, tapi ingat, Muenchen juga belum bagus-bagus amat. Tapi tetap, sementara Muenchen memiliki peluang 55-45
- Leverkusen vs Barcelona
Melihat hasil undian ini, mungkin membuat pihak Leverkusen menyesali kegagalan mereka meraih poin penuh pada laga tekahir melawan Genk. Karena kalau menang, maka mereka akan jadi juara grup, bukan Chelsea. Dan pastinya terhindar dari Barca. Well, Barca menjadi target no 1 di Eropa saat ini. Permainan indah dan cantik anak asuh Pep Guardiola membuat mereka seakan-akan untouchable. Dan untuk partai ini, Barca kemungkinan unggul 60-40
- CSKA vs Madrid
Satu lagi parta yang dirasa tak seimbang. Ingat, siklus tahun kedua Mourinho, dimana dia selalu menjadi juara UCL di tahun keduanya menukangi sebuah tim (kecuali Chelsea). Tahun ini banyak yang berpendapat Madrid bakal menggenapi gelar mereka jadi 10. CSKA sendiri beruntung bisa lolos dari penyisihan grup setelah menang atas Inter yang terlihat melepas partai tersebut karena sudah memastikan juara grup. Partai ini bakal dikuasai Madrid 60-40
- Zenit St Petersburg vs Benfica
Benfica masih tak percaya mereka lolos dan menjuarai grup. Pada awalnya terget mereka hanya sekedar menemani MU yang difavoritkan lolos. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mereka menjuarai grup dan menjadi salah satu penyebab kegagalan MU lolos. Sementara Zenit mulai bangkit bersama Luciano Spaletti. Namu mereka juga masih labil di Eropa. Untuk partai ini, Benfica sedikit berbicara 55-45
- Marseille vs Internazionale
Saat bola terkahir undian diambil, pihak Inter sudah tahu bahwa isinya adalah Marseille. Luis Figo sendiri langsung berkomentar, “Saatnya kami membalas kejadian tahun 2004”. Ya, tepatnya perempat final Piala UEFA 2004, Inter dua kali bertemu Marseille dan mereka takluk dua kali. Bahkan Marseille saat itu melaju hingga final. Di sisi lain, Claudio Ranieri juga punya misi pribadi, dia (bersama Chelsea) juga disingkirkan oleh Didier Deschamp yang saat itu melatih AS Monaco, dan juga pada tahun 2004. Inter di tangan Ranieri mulai menemukan bentuk permainan mereka. Dan satu lagi keuntungan Inter adalah, mereka sudah pasti mendapat pemain “baru” pada partai nanti dalam sosok Diego Forlan. Ya, Forlan sudah bisa di daftarkan di UCL. So, untuk yang ini, Inter 55-45
Bagaimana dengan anda??Itu terserah pendapat masing-masing. Dan beberapa hari lagi, saya akan mencoba mengulas Penyisihan Grup EURO 2012. See you.


0 komentar:
Post a Comment