Friday, March 16, 2012

Padang, 16 Maret 2012



Padang, Ibukota dari Propinsi Sumatera Barat. Jantung kehidupan masyrakat SUMBAR. Kota inilah yang memberikan ku kenangan indah selama kurang lebih 7 tahun ini.  Juni 2005, pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, untuk menetap selama kurang lebih 40 hari. Dalam masa persiapan untuk menghadapi SPMB. Berangkat dari sebuah kota kecil bernama Padang Panjang, seusai acara pesta dengan teman-teman SMA. Sampai di Padang dan membereskan semua barang, bersiap untuk melakukan persiapan menuju SPMB 2005. Target sudah jelas, lulus di jurusan yang diinginkan.

Waktu berlalu, SPMB dilalui dengan mulus, dan...yah. Masa tinggal di Padang habis, karena sudah tak ada lagi keperluan, selain menunggu hasil SPMB. Juli 2005, akhirnya kembali ke Padang Panjang, dengan harapan, suatu saat, saya akan kembali ke kota yang panas ini.

Agustus, pengumuman SPMB terpajang di koran-koran. Sedikit kecewa karena kelulusan bukan di pilihan pertama, hanya di pilihan kedua, tapi...yah, Padang!! Itulah kota yang bakal jadi tempat saya menimba ilmu di Universitas. Universitas Andalas, Padang, tepatnya jurusan Kimia (entah mengapa saya pilih jurusan ini, toh diantara nilai IPA waktu SMA, justru Kimia dengan rataan paling rendah).  Setelah usai mengurus semua keperluan. Akhirnya 16 Agustus 2005, saya kembali ke Padang untuk mengikuti semua kegiatan mahasiswa baru. Dan sejak 23 Agustus 2005, saya resmi terdaftar sebagai mahasiswa di Jurusan Kimia.

September 2005, masa-masa sulit, masa-masa adaptasi yang berat. Kaget dengan perubahan sistem PBM dari SMA ke Universitas, serta jurusan yang sedikit berat, akhirnya saya melakukan hal bodoh yang seharusnya tidak patut dicontoh. Kabur alias bolos kuliah selama 1,5 bulan. Dan kembali lagi Desember 2005, tapi terlambat, saya kehilangan segalanya. IP semester 1 pun jeblok. Yah, semester 2 dimulai Januari 2006, dengan sebuah harapan, mengulang SPMB pada 2006 ini.

Tapi entah kenapa, perkenalan dengan seseorang, membuat saya mulai mempertimbangkan tetap berada di sini. Di kota ini. Mei 2006, akhirnya saya bilang pada orang tua, ijinkan saya untuk tetap berada di Padang, di jurusan saat ini, tapi, ijinkan pula saya untuk menekuni bidang lain sebagai sampingan. Yah, dalam hal ini, memperdalam ilmu tentang komputer (karena serius, itulah bidang yang membuat saya tertarik selama ini). Dan, yosh! Orangtua mendukung, September 2006, akhirnya saya lanjut kuliah di jurusan Kimia. Dengan status yang lebih semangat tentunya :). Hingga pada akhirnya, seseorang yang membuat saya berpikir tetap di Kimia itu, membuat saya juga jatuh cinta. Yah, Padang, akhirnya memberikan cinta pada hati ini. Padang akhirnya memberikan pendamping hati. November 2006, saya resmi berpacaran dengannya (dan alhamdulillah, hingga saat ini kami sudah menjalani hubungan itu 5 tahun lebih :) ).

Padang, kota yang panas, kotor dan padat, memberikan ku ilmu, cinta, cita dan harapan. Gempa 30 September 2009, sebuah peristiwa yang mengenaskan yang saya rasakan dalam hidup. Mengenaskan karena penelitian yang sedang berjalan jadi tertunda, bahkan diulang. Mengenaskan karena melihat saudara-saudara sebangsa kehilangan tempat tinggal. Padang, akhirnya bisa bersahabat, ketika 16 Agustus 2010, akhirnya mahasiswa pemalas ini diberikan kelulusan, setelah kuliah selama 4 tahun 11 bulan 23 hari (yah, nyaris 5 tahun).

September 2010, akhirnya wisuda juga. Awal sebuah kehidupan yang baru segera dimulai. Layaknya lulusan baru, awal masa setelah wisuda, masih ingin menikmati status pengangguran :p. Dan baru mulai fokus mencari pekerjaan pada Januari 2011. Target awal adalah dapat kerja pada tahun itu juga. Tapi sayang, nasib belum membawaku kesana. 2011 diakhiri dengan status masih jobless. Dan 2012 dimulai dengan sebuah harapan, tahun ini..mesti, wajib, dan harus. Karena selain kerja, ada target lain yang ingin dipenuhi tahun ini untuk direalisasi kan tahun depan. Yah, umur sudah bertambah tua, dan sang pacar juga sudah bekerja. So, tantangan besar untuk saya tahun ini, menyusul dia ke dunia kerja, dan membawanya merubah status KTP suatu saat nanti.

Berawal dari sebuah chat di WhatsApp Messenger dengan pacar saya. Dia mengirimkan info lowongan kerja di sebuah Perusahaan Minyak. Tepatnya 2 Februari 2012, pada pukul 7.40 pagi. Yah, mumpung masih pagi, hari itu juga saya siapkan semua bahan lamaran, dan langsung diposkan pada siangnya. Entah ini yang dinamakan rejeki, 21 Februari 2012, sore hari, ketika saya sedang melepas lelah, ada telepon masuk, dan ternyata, panggilan tes untuk kerja pada hari Kamis 23 Februari 2012. Tes dilalui dengan lancar. Dan sementara menunggu hasil, saya tetap mencoba mencari lowongan di tempat lain.

6 Maret 2012, tepat di hari ulang tahun kekasih tercinta (azieeeh). Pagi, pukul 9.40, lagi-lagi saya dapat telepon. Yah, namanya masih pagi, sehabis sarapan saya beristirahat sejenak sambil nge-game. Kaget dapat telepon, sampai-sampai ga ngerti apa yang diomongin di telpon. Setelah diulang sekali lagi, baru saya serasa setengah bermimpi. Akhirnya, penantian saya berakhir. Saya dipanggil bekerja pada 15 Maret 2012. Dan kemaren, 15 Maret 2012, saya melangkahkan kaki ke perusahaan itu. Alhamdulillah, saya akhirnya bekerja di tempat yang membuat saya bisa mengaplikasikan ilmu sewaktu kuliah (karena miris juga melihat banyak sarjana sains yang pada akhirnya banting setir kerja di bank dan sebagainya). Yah, untuk sementara, status mesti menjalani training alias magang dulu selama 11 minggu di Pelepat, Muaro Bungo, perbatas Sumbar-Jambi. Dan hari ini, pagi ini, saya berangkat kesana. Berangkat meninggalkan Padang, Kota Tercinta. Padang, yang telah memberi banyak arti kehidupan selama kurang lebih 7 tahun ini.

Akhir kata, selamat tinggal Padang. Sampai jumpa lagi, Juni nanti, saya akan kembali ke sini. :)

Sampai jumpa lagi sayang, kita ketemu lagi Juni nanti :')
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 komentar:

Mas Rudi said...

Menarik ceritanya, akhir yang indah :D

afriantr said...

bru bca gara2 dikasih di wasap

Post a Comment