Yo..apakabar?? Udah lama rasanya orang ganteng ini ga ber-tl;dr :p
Entah apa yang harus saya bilang, sedih, jelas..ketika personal blog saya yang saya bangun bertahun-tahun tiba-tiba malah di-suspend sama wordpress. Sekarang jadi ganti ke blogger, dan well, not bad lah. Blogger lebih dinamis dan eyecatching. Tapi yah, mesti membangun reputasi dari awal lagi -___-
Well, orang famous kadang bisa membangun reputasi lagi dari awal dengan sangat cepat kan??Dan saya juga merasa begitu.
Dan, buat tl;dr kali ini saya mau bahas sebuah catatan yang pernah diberikan seorang teman pada saya. Tentang pentingnya sebuah pengertian kepada sesama. Yah, semacam, apa gunanya sih mempermasalahkan hal kecil??
Berikut kira-kira kutipannya :
Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan, "Kuek! Kuek!"
"Dengar", kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek.", kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuuk!', bebek itu 'kuek!kuek!' Itu bebek, Sayang", kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek!Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, sayang.... itu ayam! Aku yakin betul!" tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a.. da.. lah.. be.. bek, B-E-B-E-K. Bebek! Tahu?!" si suami berkata dengan gusar.
"Tetapi itu adalah ayam!" masih saja si istri berkeras.
"Itu jelas-jelas bue..bek! Kamu ini..kamu ini..!"
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, " Tetapi itu ayam..."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, teringat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Kuek!Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek?! Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian yang terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagipula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak, bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek?
Lalu apa hubungan kutipan cerita di atas dengan maksud saya men tl;dr??
Yah, logika nya gini, manusia kadang terlalu mempermasalahkan hal kecil. Kemudian malah membuat hal itu jadi bencana besar. Semua dimulai dari hal kecil.
Begitu juga soal personal log saya ini, perlahan saya harus membiasakan diri dengan blogger, toh apa bedanya sih blogger dan wordpress?? Sama-sama masih bisa nulis dengan mengungkapkan kekesalan saya di sini :p
Dan, yah, sehubungan dengan suspend nya pula aku Mediafire saya, saya mohon maaf kepada para downloader yang jadi ga bisa mendownload link-link saya :(
Tapi tenang, untuk kali ini, saya sudah mendapatkan orang yang tetap untuk upload, yaitu RoxasXIII . Jadi jangan kaget kalo tiba-tiba kok banyak linknya RoxasXIII bertebaran di sini.
Oh iya, satu lagi. Mungkin ada yang mau iseng donate paypal ke saya, silahkan :p. Saya ga nolak. Saat ini saya masih berusaha bisa membeli domain dot com buat personal blog ini. Sekaligus juga lagi berusaha membeli akun-akun premi hostingan luar, biar saya bisa aktif lagi dalam upload -___-



0 komentar:
Post a Comment