Tuesday, August 14, 2012

Islam Itu Unik Ya??


Islam itu unik ya?
Yup, begitulah kalimat awal yang memulai percakapan saya dengan seorang teman. Ya, sekedar info, temen itu non-muslim. Jadi emang sih, kalau orang lain yang denger bisa dibilang itu semacam sindiran. Tapi pada dasarnya sama sekali ga ada maksud menyindir dari kalimat itu.

Yah, pada dasarnya Islam itu emang unik. Dari cara beribadah, hingga waktunya. Terlebih soal Puasa Ramadhan ini. Bayangkan saja, dua kota yang bertetangga saja, waktu shalatnya bisa beda 2 menit. Dan negara-negara yang berada di belahan utara atau selatan alias negara yang mengalami Summer, maka akan menjalani puasa yang lebih lama (16 jam), akibat pengaruh siang yang lebih panjang ketika summer.

Okeh skip.
Pada dasarnya bukan itu yang mau saya bahas. Tapi justru fenomena yang sering terjadi belakangan di Indonesia. Apa? Ya, perbedaan awal Ramadhan dan akhir Ramadhan. Semua mungkin udah tahu juga, tahun ini awal Ramadhan beda, ada yang mulai pada Jumat 20 Juli, ada juga yang Sabtu 21 Juli. Siapa yang benar? Siapa yang mesti kita ikuti?
Ada kalimat yang menohok yang saya dengar di awal Ramadhan kemaren ini, di jalan saya dengar "Wah, dia udah puasa, berarti ikut Muhammadiyah, saya mah ikut pemerintah aja". Bitch please, puasa kok ikut-ikutan? Kalo emang mau ikut-ikutan, ikuti hati nurani sendiri lah. Bukan Muhammadiyah, atau pemerintah. Kalau hati kita yakin 1 Ramadhan itu jatuh pada hari Jumat 20 Juli sesuai dengan keputusan Muhammadiyah, ya ikuti, sebaliknya kalau yakin baru jatuh besoknya ya ikuti juga. Lalu mana yang benar?
Mungkin gambar ini bisa sedikit menjelaskan.


Pada gambar tersebut, berdasarkan pengukuran dan pengamatan pergerakan bulan, maka pada 19 Juli 2012, bulan sudah habis, dan bulan baru dimulai pada Jumat 20 Juli 2012. Artinya? Ramadhan sebenarnya jatuh pada 20 Juli 2012? Pendapat itu benar. Tapi, pendapat yang bilang Ramadhan jatuh 21 Juli 2012 juga tidak bisa dianggap salah. Karena mereka berhitung dan mengamati. Dan menurut pengamatan itu, syarat bulan baru adalah ketika hilal sudah lebih dari 2 derajat. Dan hari Kamis 19 Juli 2012, hilal (menurut pengamtan mereka) baru terlihat 1.8 derajat. Sehingga disimpulkan, bulan baru datang pada hari Sabtu nya bukan Jumat.

Lalu, perhitungan Muhammadiyah salah?? Ga juga, toh perdasarkan perhitungan yang dipakai mereka, bulan baru sudah dimulai ketika Hilal mulai tampak (tidak dipengaruhi oleh berapapun tinggi hilal). Sehingga Muhammdiyah menyimpulkan, Jumat 20 Juli adalah 1 Ramadhan. 
Nah, berdasarkan 2 pendapat itu, mana yang kita percayai, itulah yang kita lakukan. Jadi bukan karena ikut-ikutan. 
Lalu, kapan sebenarnya 1 Ramadhan itu?? Wallahu'alam. Tapi sejak awal Juli 2012, Moslem League World sudah memutuskan 1 Ramadhan adalah 20 Juli 2012, akan tetapi tetap memberi kebebasan negara anggota nya untuk melakukan perhitungan sendiri. 
Yang jadi permasalahan adalah Indonesia, perbedaan ini sama sekali TIDAK LUCU. Loh? Yang bilang lucu siapa? Ga ada kok, saya sengaja capslock di sana karena saya merasa, Televisi menganggap perbedaan itu sebagai sebuah hal yang lucu, atau mungkin komersil sehingga Sidang Isbat beberapa tahun terakhir ini selalu ditayangkan di televisi. Kita flashback ke tahun 90-an. Saat itu semua bersuara bulat, menunggu keputusan Menteri Agama yang melakukan Sidang Isbat tertutup. Dan hasilnya, keputusan cuma satu, dan tidak pernah terjadi perbedaan.
Awal 2000-an, ketika era Reformasi mulai bergulir, perbedaan awal dan akhir Ramadhan mulai terjadi, tapi tidak terlalu menjadi permasalahan, karena Sidang Isbat tetap tertutup untuk umum.
Sejak beberapa tahun terakhir inilah Sidang Isbat ditayangkan langsung di televisi, dan Masya Allah, kita justru melihat perdebatan alot beberapa pemuka agam dalam sidang itu. Hal ini serasa ga pantas disiarkan ke seluruh Indonesia, Bahkan wakil negara-negara Timur Tengah sendiri ada yang tersenyum kecut dan sinis melihat itu. Lagipula, apa sih gunanya Sidang Isbat itu ditayangkan? Toh apapun keputusannya, tetap saja para pemuka agama berpegang teguh pada pendirian masing-masing. Muhammadiyah tetap pada keyakinannya. begitupun sebaliknya.

Yang saya takutkan di sini, justru kepentingan politik mulai merambah ke agama. Tahun lalu, ketika nyata-nyata perhitungan 1 Syawal Pemerintah salah (maaf), malah banyak yang setuju dan hanya Muhammadiyah yang berpegang teguh pada pendirian mereka. Saya bilang salah, karena pada saat itu, hilal sudah keliatan 3 derajat, padahal 2 derajat saja sudah dihitung bulan baru. 

Oke skip, yang lalu biarkan berlalu.
Untuk tahun ini, apakah Islam kembali menunjukkan keunikannya??Ingat, berdasarkan pengamatan teleskopis, Sabtu 18 Agustus 2012, pada sore hari, hilal sudah akan kelihatan setinggi 7 derajat. Perhitungan ini diprediksi hanya akan memiliki ralat +/- 1 derajat. Artinya, separah-parahnya hilal masih akan keliahatan 6 derajat. Dan artinya lagi, Minggu 19 Agustus 2012 adalah 1 Syawal. Maha besar Allah dengan segala kuasa-Nya.

Tapi yah, sebagai warga yang baik, kita harus tetap menunggu keputusan pemerintah. Dan sekali lagi, apapun keputusan pemerintah, ikuti hati nurani kita. Bukan pemerintah, atau Muhammadiyah, apalagi ikuti saya.

Sekedar info, Muhammadiyah sudah memutuskan 1 Syawal jatuh pada Hari Minggu 19 Agustus 2012, ini sama dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk Kerajaan Saudi.

Sekian, saya bukan ahli falak, bukan ahli astronomi, bukan juga ahli agama. tapi setidaknya saya paham tentang apa yang mesti saya lakukan, itu saja.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar:

Post a Comment