Shock..
Bisa jadi itu yang dirasakan para True Bluers di seluruh dunia dalam beberapa hari ini. Karena tak ada yang menyangka, sosok Roberto Di Matteo, pelatih pertama yang mampu membawa Chelsea menjadi juara, malah tiba-tiba dipecat karena hasil buruk dalam beberapa partai.
Yups, ga ada yang pernah menyangka, kekalahan 3-0 dari Juventus akan membuat Roman Abramovich memecat RDM. Memang benar, hasil itu membuat Chelsea sebagai juara bertahan malah berada dalam kondisi kritis. Juventus cukup bermain imbang di matchday terakhir untuk menyingkirkan Chelsea, dan tentu membuat Chelsea menjadi Juara bertahan pertama yang terisish di fase Grup UCL.
Padahal, prestasi apa yang tak diberikan sederet nama tenar tersebut? Jose Mourinho memberikan Chelsea 2 gelar Premiere League pertama setelah 50 puasa gelar. Avram Grant membawa Chelsea ke Final UCL untuk pertama kalinya, Carlo Ancelotti juga memberikan gelar Premiere League, terakhir RDM memberikan gelar UCL pertama sepanjang sejarah klub. Pelatih-pelatih lain juga membawa Chelsea konsisten sebagai tim papan atas.
Tapi apa? Abramovich seakan tak pernah puas. Ketika Avram Grant menjadi caretaker saat Mourinho dipecat, Chelsea berhasil lolos ke final UCL. Tapi Grant dipecat karena dinilai gagal di final UCL (kalah adu penalti dari MU). Dan ketika RDM berhasil juara UCL juga sebagai caretaker (menggantikan Andre Villas Boas yang dipecat), RDM tidak langsung diberikan kontrak permanen. Chelsea malah sibuk menggoda Josep Guardiola yang saat itu baru saja mundur dari Barca. Gagal mendapatkan Pep, RDM akhirnya diganjar kontrak permanen hingga 2014. Yah, 2 musim, tapi banyak yang percaya itu hanya akal-akalan Chelsea, karena masih memantau kondisi Pep.
Hal yang jelas saat itu adalah, Abramovich memang senang Chelsea juara UCL, tapi Sang Roman Emperor lebih suka Chelsea yang bermain indah untuk mendapatkan gelar.
RDM yang berasal dari Italia, jelas sangat kental dengan aroma catenaccio, strategi bertahan yang membuat Barca frustasi di semifinal. Strategi ini pula yang membawa Mourinho menerima surat PHK.
Selain itu, RDM kurang bisa memaksimalkan pemain kesayangan Abramovich, Fernando Torres. Belanja mahal seharga 50 juta euro untuk seorang Torres terasa sia-sia karena strategi bermain bertahan ala RDM.
Puncaknya, Chelsea meraih hasil buruk beberapa pekan belakangan, dan kekalah 3-0 dari Juventus membuat PHK masuk ke kantong RDM.
Sebagai gantinya, Rafael Benitez ditunjuk menjadi caretaker. Pelatih yang berjaya di Valencia dan Liverpool, tapi gagal total saat di Inter Milan.
Menarik untuk disimak, Rafa adalah pelatih yang memaksimalkan kemampuan Fernando Torres saat di Liverpool. Tapi Rafa juga adalah pelatih yang gagal total saat menggantikan seorang juara UCL (menggantikan Jose Mourinho di Inter).
Satu lagi, Rafa hanya diberi kontrak caretaker hingga akhir musim, karena Chelsea masih berharap pada Pep Guardiola. Jadi, seandainya Rafa gagal, siap-siap aja untuk kembali menganggur.
Bahkan, gilanya..banyak yang menjadikan masa bertahan Rafa Benitez di Chelsea sebagai bahan taruhan. :)




0 komentar:
Post a Comment