Wednesday, August 7, 2013

Minal 'Aidin wal-Faizin, telaah dulu artinya sebelum diucapkan


Banyak hal yang salah kaprah dialami umat muslim dewasa ini, dulu kita sempat bahas tentang pelafalan/penulisan kata aamiin yang benar. Nah, berhubung mendekati Idul Fitri, pasti kita akrab dengan kata-kata Minal Aidin wal Faizin. Salah? Ga sih, cuma beberapa persona menganggap, dengan mengucapkan kalimat tersebut, artinya dia sudah memohon maaf kepada sesama saudara muslim nya.
Padahal?
Kita telaah dulu makna dan artinya, secara harfiah bahasa, walaupun berasal dari Bahasa Arab, kalimat ini justru tidak dikenal di Arab, apalagi dalam dunia Islam. Dalam buku berjudul “Bahasa!” terbitan TEMPO. Di halaman 177 buku ini, Qaris Tajudin mengungkapkan bahwa memang frasa Minal Aidin Wal Faizin “berasal dari bahasa Arab, bahasa yang banyak menyumbang istilah keagamaan di Indonesia, baik agama Islam maupun Kristen.” Qaris mengatakan bahwa selain tidak dikenal dalam budaya Arab, frasa Minal Aidin Wal Faizin juga hanya dapat dimengerti oleh orang Indonesia. Frasa ini bisa ditemui dalam kamus bahasa Indonesia, tapi tidak ditemukan dalam kamus bahasa Arab, kecuali dalam lema kata per kata.

Apa arti kalimat tersebut? Kalau diterjemahkan langsung, artinya kurang lebih "Semoga kita tergolong kepada mereka yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (menahan diri)".
So? Ga ada sedikit pun dalam arti kalimat tersebut meminta maaf untuk mensucikan diri dan iman kita kan?

Lalu, ucapan apa sebaiknya yang kita ucapkan untuk meminta maaf di hari yang fitri nanti?
Yah, secara lengkap, ga ada salahnya bilang Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal kami dan kalian) atau ahaalallahu ‘alaika (Mudah-mudahan Allah memberi balasan kebaikan kepadamu), kemudian boleh diikuti Minal 'Aidin wal Faizin lalu diteruskan oleh As 'alukal afwan zahiran wa bathinan (mohon maaf lahir dan bathin).

Nah, untuk kita yang sudah mengerti makna dan artinya, jangan sampai salah kaprah lagi, karena kadang kebanyakan kita justru menganggap dengan mengucapkan Minal aidin wal faizin, berarti kita udah minta maaf kepada saudara kita sesama muslim, padahal?

Okelah, toh pada ujungnya, menuju hari yang fitri, agar kita kembali ke fitrah nya sebagai manusia, tak salah kita berharap, puasa kita selama sebulan ini diterima oleh Allah SWT dan kita masih diberi kesempatan bertemu lagi dengan bulan yang mulia ini lagi, tahun depan (aamiin yaa Rabb).
Akhir kata, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H Taqabbalallahu minna wa minkum Minal 'Aidin wal Faizin As 'alukal afwan zahiran wa bathinan.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar:

Post a Comment